Tubuh kita memiliki jam sendiri. Seperti weker, tubuhmu terbangun pada jam kamu terbiasa bangun.
Pernah mendengar istilah jam biologis? Jam biologis adalah kemampuan tubuh kita untuk mengenali waktu harian karena telah terbiasa dengan rutinitas tersebut. Misalnya, jika kamu terbiasa terbangun pukul lima pagi untuk bersiap berangkat sekolah atau bekerja maka meskipun wekermu mati, kamu akan terbangun sekitar pukul lima pagi.
Jam biologis memang tidak seakurat jam dinding atau arloji di tanganmu, terkadang ia agak lebih cepat atau lebih lambat. Namun, jam biologis pun dapat dikelabui.
Mari kita lakukan percobaan berikut:

Yang dibutuhkan:
•Buku notes atau komputer untuk membuat jurnal
•Arloji tau jam weker
•Dirimu sendiri

Mari mulai!
1.Ingatlah semua kegiatan yang kamu lakukan sejak bangun tidur di pagi hari hingga kamu tidur kembali di malam hari.
2.Buatlah sebuah jurnal kegiatan harian itu selama satu minggu.
3.Pada malam hari waktu hendak tidur, setel arloji atau wekermu satu jam lebih lambat dari waktu sebenarnya. Namun, stel alarm sesuai dengan kebiasaanmu, misalnya pukul 05.00
4.Amati setiap kamu tidak lagi merasakan perasaan aneh itu.
Anda besar dengan berpikir besar.
Anda kecil bila berpikir kecil.
Keterbatasan Anda adalah pikiran Anda.
Mimpi dianugerahkan agar Anda bisa berpikir besar.
Maka bermimpilah menjadi besar.
Mulailah dari pikiran Anda.
Keberhasilan semata-mata bagaimana Anda meletakkan dalam pikiran.

 

Tidak ada yang salah pada lingkungan sekitar.
Tidak pula salah pada waktu Anda.
Semua memberikan tempat dan kesempatan bagi Anda untuk meraih keberhasilan.
Tinggal Anda mengambil langkah pertama, yaitu berpikir besar.
Tak ada salah pada katak yang merindukan bulan.
Tak ada salah pada kera yang ingin menjadi dewa.
Jangan hiraukan ucapan orang lain.
Bergaullah dengan orang-orang yang berkepribadian besar.
Perlakukan diri Anda dengan penuh rasa hormat,maka orang lain akan menghormati Anda sebagai orang besar.


HTS
Ketika Anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka-prsangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan. Ia memberikan jawaban sebelum Anda mengetahui pertanyaannya. Dan seburuk-buruknya jawaban adalah bila Anda tak paham akan masalahnya. Biarkan fakta yang tampak di hadapan Anda terima apa adanya.
Jangan biarkan prasangka menyeret Anda, namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila Anda telah mampu melepaskan prasangka, berarti Anda telah menemukan pandangan yang lebih jernih dan keberanian untuk mengatasi masalah yang lebih besar. Bila Anda mengenakan kacamata. Maka yang melihat tetaplah mata Anda, bukan kacamata Anda. Keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada dibalik kacamata, bukan yang terpantul pada cermin kacamata Anda. Demikian pula halnya dengan diri Anda. Yang sesungguhnya melihat adalah hati Anda melalui mata. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga Anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana Anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan Anda untuk melihat lebih jelas dan lebih jernih lagi.


HTS
Seberapa luas dunia yang Anda ciptakan?
Banyak orang yang hanya memiliki dunia seluas meja tulisnya.
Atau sepetak ruang kerjanya. Atau mungkin sebesar gedung kantornya saja.
Pandanglah keluar. Tebarkan pandangan Anda. Carilah ujung cakrawala.
Nikmatilah cahaya matahari sore menemani perjalanan pulang Anda ke rumah.

Dunia Anda jauh lebih luas dari yang Anda sangka. Ruang yang tersedia bukan hanya antara rumah dan ruang kerja Anda. Anda dianugerahi lautan, pegunungan, hutan, mata air, dan berbagai keindahan alam lainnya. Sadarilah bahwa semua ini tak kalah berharganya. Karena itu, jangan sia-siakan waktu Anda untuk tidak melebur dengan keindahan yang tiada tara. Jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaa Anda. Esok masih ada. Kecuali Anda mau menyesal disaat pandangan Anda telah lamur, Anda baru tersadar akan keelokan alam ini. Pekerjaan Anda bisa menunggu. Namun umur Anda takkan kembali. Waktu adalah anak panah yang melesat kencang. Anda tak mungkin mampu menghentikan atau melambatkannya. Selama waktu masih tersisa, tak perlu ragu untuk menikmati kehadiran Anda di bumi ini. Ketika Anda menyadari betapa berharganya itu semua, Andapun menyadari betapa berharganya Anda yang mungil ini di alam semesta yang maha luas ini. Kehadiran Anda bagian dari alam ini. Hiduplah penuh keseimbangan.

HTS
Jangan berhenti! Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan Anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa Anda tak akan pernah bisa berhenti. Meski Anda berdiam diri disitu, bumi tetap mengajak Anda mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekadar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi kebahagiaan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari Anda. Air yang tak bergerak lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu. Alam telah mengajarkan ini. Jangan berhenti berkarya! Atau Anda segera menjadi tua dan tak berguna. HTS